Rabu, 11 Februari 2009

Peluang usaha online

Pilihan tepat bagi Anda yang ingin bergabung sebagai Agen MMBC.Kami menawarkan penghasilan TAMBAHAN kepada anda. Siapapun anda, dimana pun anda berada baik di Indonesia atau dibelahan Dunia lainnya tidak menjadi hambatan untuk dapat bergabung sebagai Agen MMBC. Selama ada Route Penerbangan Airline ke tempat Anda, Anda bisa jalankan Usaha ini baik di Rumah/Kantor/digabung dengan usaha yang sudah ada. Cukup Siapkan Komputer,Printer dan Online Internet, Anda sudah bisa menjalankanUsaha TOUR&TRAVEL DENGAN SYSTEM RESERVASI ONLINE dan bisa menjual semua Produk &Layanan MMBC: Tiket Pesawat International, e-tiket Pesawat Mandala airlines, Bataviaair, Linus,Kartika,Garuda, Citilink,AirAsia dan Airline yang lainnya, Voucher hotel, Umroh, Paket Tour, Biro Iklan, Percetakan serta Penjualan Voucher elektrik dan nikmati fasilitas Royalti dari Member Get Member sebagai agen MMBC.
**Cara Mulai Bergabung Jadi Agen MMBC**

Membayar Biaya Registrasi 1,5jt ,bisa ditransfer via Bank BCA Rek: 255.303.1133 atas nama: PT.Medussa Multi Business Center atau pembayaran tunai di kantor MMBC Pusat dan mengisi Formulir Agen. Fax Bukti Pembayaran Biaya Registrasi dan Formulir keagenan ke 0215228525 atau di E-mail ke: klikmbc@ymail.com

Kami berikan:
1. Sistem reservasi online,(diinstalkan untuk 1 komputer) dengan sistem tersebut
Agen,Bisa melihat kapan adanya tiket Promo, cek jadwal&harga,Booking dan cetak
tiket pesawat langsung di Tempat Agen
2. Dapat User ID dan Password untuk masuk ke system reservasi online
3. CD Program (Sofware System Reservasi Online, Cara Booking tiket, Cara
Cetak tiket dan cara transaksi)
4. Kartu Anggota/Member Card
5. Replika Website www.klikmbc.biz/namabisnisanda
contoh www.klikmbc.biz/salsabila-travel
6. Print Tiket Sendiri (PTS): Mandala,Batavia,Garuda,Citilink,AirAsia,Kartika,
Linus,Valuair dan International Tiket
Tiket Buku/Paper: Lion,Merpati,Sriwijaya,Tiketnya bisa diambil di kantor MMBC
Agen diluar Kota JAKARTA tiket bisa diambil kantor cabang
Airline nya di dalam kota atau di Bandara ,syarat pemesanan
min 3 hari sebelum berangkat melalui proses PTA) Current time in Jakarta - 17:00:31 - Tuesday, February 10, 2009




Cek Harga &Avability : Garuda, Mandala, Batavia, Airasia, Citilink, Lionair, Sriwijaya, Merpati, Kartika
Booking melalui System: Lion, Mandala, Batavia, Airasia, Sriwijaya, Merpati, Kartika, Citilink
Booking melalui MMBC : (YM/SMS/Email/E-mail) Garuda,Express air, & International Ticket
7. Stiker: Mandala, Batavia, Garuda, Air Asia, Merpati, Sriwijaya, Lion& Spanduk
* Biaya Pengiriman Stiker dan Spanduk di tanggung oleh agen
8. Berhak menjalankan semua Line Bisnis MMBC Selama 3 tahun,
Perpanjangan keanggotaan Rp 200.000/ untuk 3 thn berikutnya:
~ Penjualan Tiket Pesawat Domestik dan International,
~ Voucher Hotel Domestic dan International
~ Paket Tour Domestic dan International
~ Umroh
~ Rent Car
~ Biro Iklan Semua media cetak
~ Biro Jasa
~ Penjualan Pulsa Elektrik
~ Kurir Plus
~ Travel Jakarta-Bandung dan Travel Jakarta-Palembang
**Jadi Harga Jual Agen=Harga Jual MMBC=Harga Jual Airlines**
9. Training Tiketing, dan Layanan MMBC lainnya

Keterangan:
1. Agen merupakan Mitra Kerja Bisnis dengan MMBC, massa keanggotaan 3 tahun
2. User ID dan Pasword hanya boleh digunakan oleh Agen yang bersangkutan, tidak di ijinkan diberikan pada pihak
ketiga tanpa persetujuan tertulis dari pihak MMBC. Jika Agen terbukti menyalahgunakan User ID maka MMBC
berhak memutus Akses Keagenan
3. Semua kewajiban Pajak dan Ijin Uaha menjadi tanggung jawab agen
4. Agen menggunakan Nama Usaha Sendiri, tidak menggunakan nama MMBC
5. MMBC hanya memberikan/mensuport System Reservasi Online
6. Biaya Registrasi keagenan MMBC: NON REFUND (tidak dikembalikan)
7. MMBC akan melakukan Issued Tiket atau traksaksi yang lainnya jika Pembayaran sudah diterima
8.Pembatalan/Perubahan setelah Tiket di Cetak/Print akan dikenakan BIAYA ADMINISTRASI Sesuai
Ketentuan yang berlaku dari Airlines

Yang Perlu Anda lakukan adalah:
Iklan di Internet/Koran/Brosur bahwa Untuk Pemesanan tiket Pesawat dengan harga MURAH bisa menghubungi Anda (Cantumkan no Telp lokal/CDMA/HP ANDA) Atau Informasikan ke Teman,Saudara,Kerabat,Keluarga Anda bahwa Bisa Pesan Tiket Pesawat Murah Melalui Anda. Harga yang anda jual sama dengan harga jual Airlines dan Travel lainnya (Harga bersaing), Karna yang menentukan harga adalah Airlinesnya langsung.

Training Tiketing Secara Online untuk Agen ada setiap hari senin-sabtu jam 20.30-22.30 Cara Reservasi, Booking, Cetak tiket pesawat, transaksi isi ulang pulsa elektrik dan layanan MMBC lainnya" ( Hanya untuk Agen yang telah teregister-GRATIS ), untuk bisa mengikuti training online perlu dipersiapkan Online Internet (komunikasi/telp gratis menggunakan yahoo mesenger).

Training Tiketing Secara Offline untuk Agen ada setiap hari senin-jum'at jam 08.00-10.00 dan 16.00-18.00 Cara Reservasi, Booking, Cetak tiket pesawat, transaksi isi ulang pulsa elektrik dan layanan MMBC lainnya" ( Hanya untuk Agen yang telah teregister-Biaya 20.000/peserta ).

Cara Transaksi dengan MMBC
1. Tanpa Deposit
Jika ada transaksi, agen baru melakukan pembayaran ke MMBC dengan cara mentransfer ke rek kami BCA/Mandiri/Permata/BNI.
~ Harga Agen
Harga Agen=Harga Tiket-Komisi, untuk mengetahui komisi dari setiap produk dan layanan
MMBC silakan klik di Sini!
~ Harga Tiket
Lakukan pembayaran harga tiket/harga yang tercetak ditiket, Komisi dihitung dari tanggal
1-30 dan dibayarkan setiap tanggal 1 bulan berikutnya
Untuk memperlancar transaksi agen perlu mengaktifkan fasilitas Internetbanking dan M-Banking dari Bank dan menjaga saldonya di Bank

2. Deposit
Jika ada transaksi, agen cukup infokan ke kami kode agen dan kode booking ke MMBC, Kami langsung konfirmasi(selama saldo agen mencukupi untuk transaksi).Akan kami berikan laporan transaksi agen secara online, jadi agen bisa melihat transaksinya kapan saja dan dimana saja.
* Jumlah setoran Deposit minimal Rp 5.000.000 setiap setoran
* Dalam setiap penyetoran, agent wajib mencantumkan hal sebagai berikut:
Nama Agen / Kode Agen / Kota
Contoh: Andi / MMBC00965 / Padang

**Proses Issued tiket dilakukan apabila dana agen sudah ada**

FASILITAS ISSUED TIKET SENDIRI
Dapatkan Fasilitah Issued Tiket Sendiri untuk Pesawat Batavia dan Mandala
Syarat dan Ketentuan
1. Deposit min 10jt/Airline
2. Diberikan user ID Master(Bisa di Create sesuai keinginan Agen, misalnya Nama Travel Agen)
3. Bisa Issued Tiket sendiri dan Agen Hanya boleh Issued sesuai saldo Agen yang ada di MMBC max 10jt. Jika
pada hari yang sama agen ingin melakukan transaksi lebih dari 10jt, maka agen harus mentranfer terlebih dahulu.
4. Issued Tiket hanya boleh dari hasil bookingan user id master
5. Report Penjualan setiap hari Jam 09.00, Setiap jam 09.00 saldo Agen Harus ada min 10jt
6. Jika Agen Issued Melebihi dari saldo yang dimiliki agen atau Issued tiket dari hasil bookingan user id lain, maka
dikenakan finalti 5% dari Kelebihan Issued dan User ID Master Agen akan di Hold
7. Agen Bertanggung Jawab Penuh atas Penggunaan User ID Master yang kami berikan

Dapatkan Informasi ter Update mengenai "Peluang Usaha Travel System Online sebagai Agen MMBC dan program-Program Motivasi silakan masukan email Anda (Gratis)
Masukan E-mail Anda



Format Transaksi Online 24 Jam
1. Konfirmasi tiket:
Nama Agen/Kode agen/Pesawat/kode booking/Jmlh pembyrn ke rek MMBC
Contoh: Andi/MMBC000965/Mandala/KYT56M/876.000 ke BCA


2.Booking:
Rute/tgl/jam/pesawat/nama penumpang
Contoh: JAKARTA-BALI/26DEC08/10.00/BATAVIA/ANDI MAULANA MR


Untuk terus mempermudah metode pembayaran bagi para customer dan AGEN MMBC, kini kami menyediakan berbagai alternatif metode pambayaran, yaitu:

* Mobile Banking
* Internet Banking
* SMS Banking
* Phone Banking
* Mesin ATM
* Transfer Bank
* Setor Tunai ke Bank

BCA cab jambi
7870053287

komfirmasi pengiriman
0852 6633 4327
081274993880
085266488799

Rabu, 03 September 2008

Romadhan ya romadhan

Banyak orang Islam yang menyambut kedatangan bulan Ramadan. Ini menunjukkan bahwa di mata mereka bulan ini memang bulan istimewa. Mereka menyebutnya Bulan Suci. Meski demikian, tidak semua orang yang menyambutnya dengan ‘gairah’ itu mempunyai pandangan yang sama terhadapnya.

Minimal saya sendiri memandang bulan suci Ramadan lebih sebagai salah satu anugerah Allah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya hamba-hamba Allah yang ‘sibuk’ di akhir zaman ini seandainya tidak dianugerahi Ramadan. Satu bulan istimewa di antara 12 bulan yang nyaris didominasi kerutinan yang monoton dalam kehidupan kita.

Bila kita mau jujur kepada diri sendiri, maka sebenaranya dalam 11 bulan yang lain, kita hampir tidak mempunyai waktu untuk berakrab-akrab dengan diri kita sendiri dan Tuhan kita. Dalam 11 bulan umur kita itu, apa saja kita lakukan kecuali bersendiri dengan agak khusus bersama diri sendiri dan Tuhan. Kesibukan kita yang begitu dahsyat --yang menurut anggapan kebanyakan kita-- bagi kepentingan pribadi kita, jarang kita konfirmasikan dengan diri kita sendiri apakah memang demikian.

Alhamdulillah, dengan kemurahanNya, Allah menganugerahkan satu bulan khusus yang lain dari pada yang lain. Satu bulan yang kondusif bagi berakrab-akrab dengan diri kita sendiri dan melakukan pendekatan yang lebih intens kepadaNya. Kita dapat melakukan evaluasi atas apa yang kita lakukan –secara pribadi maupun sosial-- dalam 11 bulan yang lain dengan lebih cermat.

Sebagai umat beragama, kita misalnya, bisa mempertanyakan kepada diri kita sendiri apakah sikap keberagamaan kita selama ini memang sudah sesuai dengan yang seharusnya, seperti yang diajar-contohkan Nabi Muhammad SAW, sang pembawa agama itu sendiri? Apakah semangat keberagamaan kita sudah mukhlis, murni dilandasi keinginan mendapatkan rida Allah atau masih tercampur nafsu, atau bahkan justru hanya murni didorong nafsu? Kalau murni ingin mendapat rida Allah, apakah ini juga didukung pemahaman yang utuh terhadap apa saja yang membuat Allah rida? Bagi yang merasa meneruskan risalah Rasulullah SAW, apakah sudah benar-benar memahami risalah itu sendiri? Bila sudah, apakah juga dalam melakukan hal itu juga menggunakan metodenya sehingga benar-benar dapat merahmati alam semesta?

Dalam bulan istimewa ini, kita pun dapat merenungkan konsep dan pemahaman kita sendiri tentang banyak hal yang selama ini sudah kita percaya dan ikuti. Misalnya –dan khususnya-- konsep dan pemahaman kita tentang Allah SWT; tentang Rasulullah SAW; tentang manusia; tentang ibadah; dan hal-hal lain yang sangat menentukan perjalanan dan peruntungan hidup kita di dunia ini dan terutama dalam kehidupan abadi di akherat.

Untuk mendapatkan rida Allah –atau dalam bahasa sehari-hari: untuk menyenangkan Allah—tentu kita harus memahami dan mengenalNya. Paling tidak mengetahui apa yang membuatNya rida dan yang tidak. Untuk mengetahui ini, jalan kita hanya satu; yaitu dari utusanNya, Rasulullah SAW. Baik yang berupa firmanNya di Quran maupun sabdanya. Marilah kita ambil contoh yang kecil; dalam firmanNya di Al-Quran, Allah antara lain menyatakan bahwa Ia sangat dekat dengan kita. Aqrabu min hablil wariid, lebih dekat katimbang urat leher kita sendiri. Sementara RasulNya SAW mengajarkan kepada kita agar kita tidak berteriak kepadaNya, karena kita tidak berhadapan dengan orang tuli tapi dengan Yang Mahamendengar. Namun apa yang kita lakukan selama ini untuk –katanya—mendapat rida Allah? Kita bukan hanya berteriak, tapi malah menggunakan pengeras suara saat memanggil-manggilNya.

Allah berfirman RasulNya: “Qul in kuntum tuhibbuunaLlaha fattabi’uunii yuhbibkumuLlah…” Katakanlah, “Jika kalian benar mencintai Allah, ikutilah aku; maka Allah akan mencintai kalian. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah itu Maha Indah dan menyenangi keindahan; Maha Baik dan menyukai kebaikan; Maha Lembut menyukai kelembutan. Dan Rasulullah SAW pun mencontohkan keindahan, kebaikan, dan kelembutan. Bahkan menurut isteri tercinta beliau sendiri, perilaku Rasulullah adalah Quran itu sendiri. Lalu bagaimana dengan kita selama ini?

Dalam firmanNya, Allah menjelaskan bahwa kita –manusia—diciptakanNya dari laki-laki dan perumpuan dan menjadikan kita bersuku-suku dan berbangsa untuk saling mengenal, saling menghormati. Ditegaskan pula bahwa yang paling baik di antara kita adalah yang paling takwa. Sementara menurut RasulNya SAW, takwa ada di dalam dada.

Nah; marilah kita gunakan bulan suci yang istimewa ini untuk –di samping berpuasa dan beribadah-- melakukan dialog dengan diri kita sendiri. Menggeledah diri sendiri bagi peningkatan kualitasnya di bulan-bulan lainnya mendatang. Dalam ukuran pendek, 24 jam itulah umur kita dan dalam ukuran yang lebih panjang ya 12 bulan itulah. Sangat pendek.

“Wal ‘ashri innal insaana lafii khusrin illalladziina aamanuu wa’amilusshaalihaati watawaashau bilhaqqi watawaashau bishshabri.” Demi waktu asar (alangkah pendeknya asar!), sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian; kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, serta saling mewasiatkan kebenaran dan mewasiatkan kesabaran. Selamat Berpuasa Ramadan!

di copy dari Guru Ku yang tercinta KH Mustofa Bisri


puasa dan taqwa

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

Puasa diwajibkan atas kita orang-orang yang beriman. Kita yang telah berikrar lahir-batin bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah.

Sebagai hamba Allah SWT yang telah berikrar, sebenarnya apa pun perintah-Nya, kita tidak perlu dan tidak pantas bertanya-tanya mengapa, untuk apa?. Hamba yang baik justru senantiasa ber-husnuzhzhan, berbaik sangka kepada-Nya. Allah SWT memerintahkan atau melarang sesuatu, pastilah untuk kepentingan kita. Karena Allah SWT Maha Kaya, tidak memiliki kepentingan apa pun. Ia mulia bukan karena dimuliakan, agung bukan karena diagungkan, berwibawa bukan karena ditunduki. Sejak semula, Ia sudah Maha Mulia, sudah Maha Agung, sudah Maha Kaya, sudah Maha Berwibawa

Kalau kemudian Ia menjelaskan pentingnya melaksanakan perintah-Nya atau menjauhi larangan-Nya, semata-mata karena Ia tahu watak kita yang suka mempertanyakan, yang selalu menonjolkan kepentingan sendiri.

Maka, sebelum kita mempertanyakan mengapa kita diperintahkan berpuasa, misalnya, Allah SWT telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(QS. Al-Baqarah: 183) "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa atas kalian sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa."

Hamba mukmin di dunia ini, dalam proses menuju ketakwaan kepada Allah SWT. Karena semua kebaikan hamba di dunia dan kebahagiaannya di akherat, kuncinya adalah ketakwaan kepada-Nya. Mulai dari pujian Allah SWT, dukungan dan pertolongan-Nya, penjagaan-Nya, pengampunan-Nya, cinta-Nya, limpahan rejeki-Nya, pematutan amal dan penerimaan-Nya terhadapnya, hingga kebahagiaan abadi di sorga, ketakwaanlah kuncinya. (Baca misalnya, Q.3: 76, 120, 133, 186; Q.5:27; Q. 16: 128; Q. 19: 72; Q. 39: 61; Q. 65: 2-3; Q. 33: 70-71; Q. 49: 13).

Nah puasa, sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam ayat 183 al-Baqarah di atas, merupakan sarana kita untuk mencapai ketakwaan yang berarti pada gilirannya meraih kebahagian di dunia dan akherat..

Takwa sendiri lebih sering diucapkan ketimbang diterangkan. Ini barangkali karena banyaknya definisi. Intinya-sejalan dengan maknanya secara bahasa-ialah penjagaan diri. Penjagaan diri dari apa? Ada yang mengatakan penjagaan diri dari hukuman Allah dengan cara mentaati-Nya. Ada yang mengatakan penjagaan diri dari mengabaikan perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya. Ada yang mengatakan penjagaan diri dari melakukan hal-hal yang menjauhkan dari Allah. Ada yang mengatakan penjagaan diri jangan sampai mengikuti hawa nafsu dan tergoda setan. Ada yang mengatakan penjagaan diri jangan sampai tidak mengikuti jejak Rasulullah SAW. Dan masih banyak lagi pendapat yang jika kita cermati, semuanya berujung pada satu makna. Perbedaannya hanya pada ungkapan tentang dari apa kita mesti menjaga diri.

Orang mukmin yang menjaga dirinya terhadap seretan hawa nafsunya dan atau godaan setan, berarti dia menjaga diri dari mengabaikan perintah-perintah Allah dan dari melakukan hal-hal yang dilarang-Nya; berarti, dia menjaga diri agar tetap mengikuti jejak Rasullah SAW; berarti menjaga diri dari hukuman Allah dan dijauhkan dari-Nya.
Ibarat berjalan di ladang ranjau, orang yang bertakwa senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap hal-hal yang dapat mencelakakannya.

Puasa, seperti diketahui, bukanlah sekedar menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum. Seandainya sekedar menahan diri dari makan dan minum pun sudah merupakan latihan untuk dapat menguasai dan menjaga diri karena Allah. Dalam puasa, melakukan dan tidak melakukan sesuatu karena Allah secara nalar jauh lebih mudah. Orang yang berpuasa karena orang, misalnya, bisa saja makan atau minum di siang hari secara sembunyi-sembunyi. Makan makanannya sendiri, minum minumannya sendiri, apa susahnya? Tapi untuk apa? Karena Allah-lah yang membuat orang mukmin bersedia menahan lapar, tidak makan makanannya sendiri, menahan haus, tidak minum minumannya sendiri.

Karena Allah ini tentu saja hanya bisa disikapi oleh mereka yang iman kepada Allah. Dan seukur tebal-tipis, besar-kecil, atau kuat-ringkihnya iman itulah, ketulusan orang yang melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena Allah. Di dalam puasa, orang mukmin digembleng untuk menjadi mukmin yang kuat yang dapat menguasai dan menjaga diri. Mukmin yang lubuk hatinya, pikirannya, hingga pelupuk matanya, merupakan singgasana Allah, sehingga tidak mudah dibuat tergiur oleh iming-iming sesaat seperti hewan, tidak terjerumus berperilaku buas dan serakah seperti binatang. Mukmin sejati, mukmin yang bertakwa kepada Allah. Bukan pengaku mukmin yang lubuk hatinya, pikirannya, hingga pelupuk matanya merupakan tempat mendekam hewan dan binatang buas, sehingga makan pun tidak peduli makan makanannya sendiri atau milik orang lain dan menunjukkan kehebatannya dengan menerkam kesana-kemari. Na’udzu billah min dzalik.

Mudah-mudahan Allah menolong dan membantu kita dalam berpuasa serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Amin.